Desa Adat Suku Sasak dengan Budayanya yang Masih Terjaga

Desa Adat Suku Sasak dengan Budayanya yang Masih Terjaga

Wisata ke Lombok kurang lengkap, jika tidak menyempatkan diri datang ke desa adat Suku Sasak yang merupakan tempat tinggal masyarakat Sasak asli. Desa yang paling terkenal adalah Desa Sade. Tempat tersebut sudah menjadi salah satu desa wisata di Lombok yang banyak didatangi wisatawan. Ada banyak hal menari dari desa di Lombok Tengah tersebut. Berikut adalah beberapa hal menarik yang dapat ditemui di Desa Sade.

Desa Sade dan Hal Menarik dari Desa Adat Suku Sasak

Bapak Hadi & Grup Wisata di desa sadeBanyak hal menari dari Desa Sade, mulai dari orang-orangnya, bangunannya, hingga budayanya. Lebih jelasnya, berikut ulasan mengenai Desa Sade.

  1. Masyarakat

Penduduk Desa Sade masih satu keturunan dan tentunya merupakan masyarakat Suku Sasak.  Penduduk yang bertempat tinggal di desa ini sekitar 700 orang. Masyarakat Sasak yang ada di Desa Sade ramah dan hangat kepada wisatawan yang datang. Jadi Anda bisa menikmati desa adat Suku Sasak ini dengan lebih nyaman seperti masyarakat lokal. Anda bisa berbincang dan berbagi cerita bersama penduduk lokal. Penduduk desa ini sebagian besar bertani dan juga menenun. Petani di Desa Sade hanya melakukan tanam padi satu tahun sekali. Apabila sedang musim kemarau atau sulit mendapatkan air untuk sawah, penduduk setempat menenun kain untuk penghasilan tambahan.

  1. Bangunan tradisional

Bangunan-bangunan yang ada di desa wisata masih cukup tradisional. Masyarakat menyebut rumah tradisional tersebut dengan Bale. Sebuah rumah untuk tempat tinggal yang dibangun dengan bahan alam. Mulai dari atap dari bahan ijuk, pagar yang dibuat dari anyaman bambu, serta bagian lantai yang tetap menggunakan tanah. Masyarakat di desa adat Suku Sasak juga memiliki cara unik untuk merawat rumah kebanggaan mereka. Untuk membersihkan lantai digunakan kotoran hewan seperti kotoran kerbau atau sapi. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Wisatawan tidak perlu khawatir karena tidak akan tercium bau kotoran apabila masuk ke Bale. Kotoran yang digunakan dipercaya mempunyai manfaat sebagai penolak bala. Bale sendiri memiliki beberapa kategori atau sebutan. Bale Bonter merupakan rumah tradisional yang menjadi tempat tinggal untuk para pejabat desa. Sedangkan Bale Kodong menjadi sebutan untuk rumah bagi pasangan baru atau pasangan suami istri lama menghabiskan masa tua.

  1. Budaya

Budaya di desa adat Suku Sasak masih dijaga hingga kini. Di zaman serba modern, masyarakat Suku Sasak Lombok tersebut tetap menggunakan adat istiadat lama. Seperti budaya menenun yang menjadi budaya masyarakat di Desa Sade. Hampir semua masyarakat di desa tersebut bisa menenun. Hal tersebut karena memang menenun sudah menjadi salah satu yang diajarkan sejak dini. Bahkan untuk wanita tidak diperbolehkan menikah sebelum dirinya bisa menenun. Kegiatan menenun inilah yang bisa menjadi kegiatan wisatawan selama di Desa Sade. Wisatawan dapat melihat proses menenun yang masih tradisional. Mulai dari proses awal yaitu pemintalan beberapa kapas kering untuk kemudian dijadikan benang. Anda pun bisa belajar menenun dari pengrajin kain tenun yang ada di desa tersebut secara langsung.

Desa yang sudah ada sejak 1975 ini juga memiliki hal yang unik yaitu kawin culik. Kawin culik ini merupakan budaya unik yang masih ada di Desa Sade. Pemuda di desa tersebut dapat menikah tanpa harus dilamar. Sang gadis disembunyikan atau di culik dan dibawa ke rumah orang yang tidak dikenal oleh orang tua gadis tersebut. Sementara gadisnya disembunyikan, sang pemuda akan datang ke rumah orang tua gadis tersebut dan menyatakan niatnya untuk menikah. Kawin culik ini diakhiri dengan proses nyongkolan. Sebuah proses saat gadis yang diculik dan pemuda pasangannya datang bersama ke rumah orang tua sang gadis dengan iring-iringan. Selain kawin culik, masyakat desa adat Suku Sasak juga masih menjaga budaya lainnya seperti tarian tradisional dan permainan musik tradisional. Wisatawan dapat menyaksikan atraksi budaya tersebut pada waktu tertentu. Mulai dari permainan alat musik gendang beleq hingga tari-tarian tradisional seperti Cupak, Gerantang, dan Presean.

Demikian hal-hal menarik dari Desa Sade yang merupakan salah satu desa adat Suku Sasak paling terkenal dan menjadi pilihan banyak wisatawan.

0852 3746 2788 (AS)
0818 0362 3989 (XL)
0857 3985 3977 (IM3)
0852 3746 2788 (WA)
0818 0362 3989 (WA)